Life After Death http://www.mahesajenar.com/ Sangkan paraning dumadi Manunggaling kawula gusti en Copyright 2006 Sat, 28 Jan 2006 02:05:00 +0700 http://www.sixapart.com/movabletype/?v=3.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss Ganti Wajah Wew... akhirnya, berhasil merubah tampilan wajah BengkelProgram-ku.

Setelah beberapa jam mengutak-atik HTML + CSS, akhirnya tampilan itu aku anggap layak dipublish. Berbeda dari hasil desain sebelumnya, kali ini aku membuat desain mulai dari baris pertama. Meletakkan tag <html> dan CSS dari nol. Berarti yang sebelumnya itu lebih banyak grabbing codenya orang :))

Dengan dipandu oleh Joy (maksudku dikritik), tambal sulam code HTML, maka desain kali ini adalah table-less, murni pake DIV. Tapi scoreku di SiteScore kok malah turun ya :( padahal dulu scoreku rendah katanya gara-gara desain pake tabel.

Yup, kali ini cuma perubahan pada tampilan, sedangkan sistem dan proses di dalamnya tetep sama aja :(

Ok, nunggu kesempatan berikutnya untuk melakukan perubahan sistem. Enaknya diapakan ya.... :-/

Saran dong... ^:)^

]]>
http://www.mahesajenar.com/2006/01/ganti_wajah.html http://www.mahesajenar.com/2006/01/ganti_wajah.html Bujangan Sat, 28 Jan 2006 02:05:00 +0700
Yuyun Bercukur Interview Akhirnya, setelah menunggu sekian lama (nunggu beneran?), Yuyun dapat panggilan untuk interview. Itu terjadi setelah Bunali menawarinya untuk ngelamar sebuah anak perusahaan milik bos perusahaanku di daerah Sawahan.

Langkah dan strategi kemudian di atur. Strateginya cuma satu: potong rambut gondrongnya.

Untuk itulah, pagi itu si tukang cukur kita didatangkan: Pesek!

FYI, waktu lebaran kemaren, Pesek inilah yang telah mencukur rambutku. Assidensial sih, tapi jadi keren :))

]]>
http://www.mahesajenar.com/2006/01/yuyun_bercukur_interview.html http://www.mahesajenar.com/2006/01/yuyun_bercukur_interview.html Gallery Tue, 24 Jan 2006 21:26:04 +0700
Virus Brontok, Seru Udah sering virus anak negri kita go Internasional, dan kali ini ditambah satu lagi.
Suatu prestasi?
Yup, menurutku sih gitu. Meski negatif :))

Virus ini lumayan canggih, kalo dilihat dari sisi para pembuat virus :)
Tapi kalo dilihat dari sisi korban, tetap sama aja, virus yang mengganggu.

Seperti cerita tentang pantat. Kalo dilihat dari arah biasanya, ya tetep aja begitu. Tapi kalo dilihat dari sisi sebaliknya, pasti beda kan... =P~

Ok, kembali ke virus ini...
Nampaknya si pembuat punya hasrat terpendam, mengenai kondisi negara, sosial, agama, dan ... lumayan banyak sih.
Untuk penjelasan teknis, baca saja di sini: http://www.vaksin.com/rontokbro.htm

Aku cuman mau nambahi, bahwa kita punya perhatian yang sama pada satu hewan: elang

Kalo mau terbebas dari virus ini, install antivirus terbaru. Saran saya, pake saja McAfee, ringan dan cukup handal.
Dibanding NAV.
Ato kalo anda masuk link di atas, anda bisa download Norman.

Hati-hati dengan email yang masuk, jangan sembarangan masukin Flashdisk, jangan sembarangan masukin cewek, jangan...

Semoga sukses deh...

]]>
http://www.mahesajenar.com/2006/01/virus_brontok_seru.html http://www.mahesajenar.com/2006/01/virus_brontok_seru.html Bujangan Fri, 20 Jan 2006 23:36:27 +0700
The way you look at me 'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me

- Christian Bautista

]]>
http://www.mahesajenar.com/2006/01/the_way_you_look_at_me.html http://www.mahesajenar.com/2006/01/the_way_you_look_at_me.html Rangga Mon, 16 Jan 2006 14:49:01 +0700
KO Gara-gara ketika malam lebaran kemaren aku berkeliling kota Blimbing, paginya aku KO :(

Kegiatan yang ga semestinya terjadi itu berawal dari sebuah ide untuk membeli voucher. Tepatnya adalah voucher dari Boleh Game, untuk mengisi Cookie pada game PangYa.
Tertarik untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam game ini, aku bersama Penyu keluar pada jam istirahat kantor (jam 8 - jam 9). Dengan tanpa memakai jaket (ngetes kesaktian), aku keluar masuk warnet/gamecenter mencari voucher itu. Padahal waktu itu sisa hujan masih ada.

Malamnya ketika pulang, aku merasa kedinginan yang amat sangat, laen dari biasanya. Langsung tidur sambil liat tipi. Entah kenapa, meski udah nyaman di dalam jaket plus selimut plus tipi, aku ga bisa tidur, masih kedinginan.
Mahmudi dan Asisil udah pada mudik, aku dewean di kontrakan. Brrr...

Sekitar jam 3 pagi baru ilang dari kehidupan.

Pas bangun sekitar jam 7-an, kepala pening dan rasa dingin masih menyengat, terutama pada badan sebelah kanan. Heran, kok cuma sebelah kanan aja?
Daripada bahaya, aku tidur lagi... sampe siang. (Ga sholat ID).

Tengah hari, badanku udah ga terasa dingin, tapi panas :(
Kepala pusing dan berat. Terasa lapar juga. Wuih, mesti segera makan dan minum obat.
Tapi gimana, mau keluar jelas ga mungkin, mau minta tolong juga ga ada temen. Wuiks. Akhirnya aku tidur lagi.

Sore hari, masih sama, jadinya aku tidur lagi.

Menjelang magrib, aku ga tahan. Harus segera makan dan minum obat!
Sambil tetap pake selimut, aku ke toko depan, cari roti. Huff, ga ada.

Akhirnya nekat keluarkan motor, ke toko yang sebenarnya. Dapat roti, aqua dan bodrex. Pas pulang, Mahmudi dan Asisil udah nyampe kontrakan. Aman.
Tapi karena nekat naek motor (sambil pake selimut), kepalaku tambah pening banget. Langsung tidur lagi, ga sempat makan roti dan minum obat.

Diberi lontong dan gule sapi, aku tolak. Tidur lagi.

Besoknya masih pening, sampe ga masuk kerja. Fiuh...

Jalan masih panjang, jangan dihentikan hanya karena voucher PangYa...

]]>
http://www.mahesajenar.com/2006/01/ko.html http://www.mahesajenar.com/2006/01/ko.html Bujangan Thu, 12 Jan 2006 20:54:29 +0700
Menguak Aib Sendiri Salah satu wajah bangsa kita, kembali terangkat ke publik, yaitu tidak mau kalah, meski hal tersebut adalah salah.

Masih hangat kasus gegeran Lyra Virna sama ibunya, dan Kiki Fatmala sama emaknya.

Terlepas dari benar dan salah masing-masing pihak, tapi perjalanan kasus tersebut menurutku sangat memprihatinkan.

Mungkin sang anak (Lyra/Kiki) adalah anak yang 'durhaka', yang menyebabkan sang ibu masing-masing menderita batinnya. Tapi yang pasti, sang ibu juga menunjukkan sifat yang destruktif. Amat sangat menyebalkan.

Begitu menggebu-gebu para ibu menjelek-jelekkan anaknya sendiri, di depan PUBLIK, di depan televisi, di depan bangsa Indonesia.
Dengan kata-kata sangar, ... bahkan yang tidak pantas diberikan untuk orang lain pun, justru diterapkan untuk anaknya sendiri.

Meski mungkin sang anak memang durhaka, maka dengan demikian sang ibu juga durhaka pada anak. Impas. Sama aja. Dodol.

Dengan memakai jilbab, yang notabene adalah untuk menutupi aurat secara fisik, tapi justru aib keluarganya ditoreh di hadapan publik.
Dengan membawa kitab suci Al-Qur'an, seakan memang dia ada di pihak yang benar.

Kalau saja yang aku tonton bukan TV-nya Wimar, mungkin TV-nya sudah aku tendang, saking kesalnya melihat dan mendengar kata-kata 'bijak' seorang ibu, dan seorang wanita muslimah.

Grr... #$@%!!

]]>
http://www.mahesajenar.com/2006/01/menguak_aib_sendiri.html http://www.mahesajenar.com/2006/01/menguak_aib_sendiri.html Bujangan Wed, 04 Jan 2006 07:16:27 +0700
Aryo Eden Inilah Aku... AE (kalo dulu sih Aryo Eka :) )

Sekali lagi aku salut pada para pengganggu iman, yaitu para Syetan!
Mereka sekali lagi menunjukkan kehebatannya dalam merubah iman seseorang, bahkan berhasil mencapai ratusan orang.

Awas, kalimat itu bukan untuk Lia Aminuddin dan para pengikutnya, tapi bener-bener buat para Syetan laknatullah, yang akan melakukan cara apapun dan kapanpun, untuk memalingkan manusia dari jalan Allah.

Melalui berbagai perjalanan dan kejadian-kejadian, Lia Eden memproklamirkan dirinya sebagai jasad yang telah dirasuki Jibril, atau di beberapa tulisan menyatakan bahwa Lia adalah pengejawantahan (perwujudan) dari Jibril.

Silakan masuk situs ini:
http://liaeden.info/
http://www.mediacare.blogspot.com/

Ok, aku gak akan membahas tentang kebenaran/kesesatan aliran mereka, karena hal seperti itu tidak dapat divonis sebagai benar dan sesat.
Kalau mau mengatakan benar, terhadap siapa? kalau dikatakan sesat, terhadap siapa?
Meski jika dipandang dari sisi Islam, ya, mereka sesat.

Tapi apa karena 'menyimpang' dengan ajaran Islam, maka berarti mereka sesat?
Bukankah itu juga berlaku untuk mereka, untuk mengatakan bahwa justru Islamlah yang sesat?

Karena itu, aku ga bakal membahas tentang benar dan sesat. Whatever.

Adalah peran MUI untuk memberikan vonis status, agar memberikan kejelasan pada masyarakat, bahwa Salamullah bukanlah Islam. Seharusnya hanya sebatas itu.
Harusnya tidak sampai muncul keresahan, apalagi anarkisme.
Kalau tidak setuju dengan aliran Salamullah, ya jangan bergabung, dan jaga juga semua keluarga.
Bagi kaum muslim yang mau gabung dengan Salamullah, silakan, tapi dengan konsekuensi melepas Islamnya. Dia tidak boleh menyatakan masih Islam, dengan alasan bahwa dia masih sholat dan menyembah Allah serta mengakui Nabi Muhammad.
Salamullah bukanlah Islam.
Supaya tidak saling melecehkan, MUI masih perlu mempertegas ini.

Sedangkan peran pihak berwajib (polisi, jaksa, etc) untuk mencegah munculnya ketidakstabilan sosial. Tindakan anarkisme dari fanatismelah yang lebih perlu dibantai, daripada kegiatan keagamaan aliran baru itu.

Biarkan mereka hidup dengan keyakinan mereka, dan mereka harusnya tidak 'berusaha menyerang' agama lain, dengan berbagai manuver yang dapat menyinggung umat lain. Itu poin pertama.

Tentang berbagai kejadian dan keajaiban, menurutku sebagai muslim, semua hal adalah atas kehendak Allah. Tapi rencana, penyebab, dan hal-hal di balik itu, merupakan ujian bagi kita semua.

Aku ingat suatu riwayat, sewaktu masih di pesantren dulu. Diceritakan bahwa suatu malam, ketika Imam Syafi'i sedang berdzikir, beliau didatangi oleh Syetan, yang datang menyaru sebagai Allah.
Dengan kehebatan yang diberikan Allah padanya, Syetan merubah dirinya menjadi suatu sinar menakjubkan, yang dapat membuat takjub manusia.
Dengan samarannya itu, Syetan berkata pada Imam Syafi'i, bahwa beliau sudah cukup taat beribadah, memiliki ilmu agama yang tinggi. Karena itu beliau diberi hadiah yaitu bebas untuk tidak melakukan ibadah.
Tapi karena kedalaman iman dan ketinggian tawadlunya, beliau tidak tergoyahkan dengan hadiah itu, sehingga melempar Syetan itu dengan batu.

Bagiku, meski segala kehebatan ilmu dan keajaiban yang dialami oleh Lia Aminuddin adalah benar-benar nyata, bahkan jika memang Lia adalah pengejawantahan dari Jibril (tidak mungkin, karena Jibril hanya diturunkan untuk menyampaikan wahyu pada Rasul, dan Rasul terakhir adalah Nabi Muhammad), maka seharusnya Lia menggunakan itu untuk meninggikan Islam, melakukan amalan yang tetap pada syari'at Islam.

Sekali lagi, segala keajaiban (penyembuhan, kecerdasan, kekuatan) dan berkah (ketulusan, keindahan, kesopanan, memerangi kemusyrikan) adalah milik Allah. Percuma memilikinya kalau justru menjauhkan kita pada Allah.
Juga percuma kalo memiliki tingkat ilmu agama yang tinggi, sedangkan syari'at saja sudah tidak benar.

Bukankah syari'at Lia sudah tidak benar?
Bagi yang ingin tau lebih banyak, silakan kunjungi situs mereka.
Meski seakan-akan membela Islam, tapi dia bukan Islam.

]]>
http://www.mahesajenar.com/2006/01/aryo_eden.html http://www.mahesajenar.com/2006/01/aryo_eden.html Bujangan Mon, 02 Jan 2006 17:10:48 +0700
Welcome... Welcome to 2006
Welcome back to Malang
Welcome back to office

Satu hal yang bikin bete: Adem poll

]]>
http://www.mahesajenar.com/2006/01/welcome.html http://www.mahesajenar.com/2006/01/welcome.html Bujangan Mon, 02 Jan 2006 12:56:58 +0700
Editor Sibuk Kayaknya wartawan kita banyak yang ga lulus ilmu geografi, karena sering kali aku temukan kesalahan penyebutan nama daerah dalam laporan mereka.

Yang paling sering adalah kesalahan penyebutan lokasi daerah tertentu. Misalnya Madiun, Jawa Tengah. Padahal harusnya kan Jawa Timur.
Palu, Sultra. Harusnya kan Sulteng.
...
Banyak lagi deh...

Sudah beberapa kali aku email webmasternya. Gak ada balasan, ga ada perubahan.

Entah karena emailku bounching, atau karena webmasternya sibuk, editornya sibuk, atau karena CMS-nya yang ga bisa regenerate news mereka?

Kalo menurut temenku, seorang editor di www.k****lagi.com, mereka sering dikejar 'jatah' berita, sehingga kualitas mereka menurun, karena dikejar kuantitas mereka.

Ah, masak segitunya. Bahkan untuk editor sekelas www.m******news.com, www.l******6.com.

Apa mereka ga sadar, bahwa kesalahan 'kecil' seperti itu, dapat menyebabkan kesalahan berantai, yang memunculkan kesalahan lain. Huh.

]]>
http://www.mahesajenar.com/2005/12/editor_sibuk.html http://www.mahesajenar.com/2005/12/editor_sibuk.html Bujangan Thu, 29 Dec 2005 13:02:12 +0700
Formalin: kesengajaan atau keterpaksaan? Formalin, zat yang digunakan untuk mengawetkan mayat, TIBA-TIBA banyak ditemukan dalam bahan makanan di pasar negara kita.

Kenapa TIBA-TIBA?
Karena hal itu sebenarnya sudah berlangsung lama, dan baru-baru ini diekspos oleh media.
Peran BB POM dan YLKI kurang maksimal?

Entahlah, itu masalah lain, out of my scope... ^_^

Perlu diketahui, formalin dijual bebas di pasaran, yang siapa saja bisa mendapatkannya.
Zat ini tidak untuk dikonsumsi sebagai bahan makanan, tetapi untuk bahan-bahan teknik, misalnya pembuatan lem kayu, pengawetan binatang, dan mayat...
Sama sekali tidak diperbolehkan kandungan formalin dalam bahan makanan, karena dapat menyebabkan hal-hal berbahaya, misalnya iritasi pada mata, menyebabkan luka bakar pada kulit, dan jika sampai tertelan dapat menyebabkan kanker.
Di negara maju seperti Amerika dan negara-negara Eropa, gak boleh ada kandungan zat ini dalam makanan. Istilahnya adalah zero ppm. Di negara kita, katanya sih belum ada aturan kayak gitu. Ga ada atau ditiadakan?

Siapa yang akan disalahkan?

Kalau kejahatan koruptor, dilakukan oleh pejabat yang tega merampas hak para rakyat, sedangkan untuk kasus ini, adalah kejahatan masyarakat terhadap masyarakat kita sendiri.
Apakah sudah sedemikian bobrok mental negara kita?

Kalau menurutku sih, para produsen, yang dengan sengaja menambahkan zat ini dalam produk mereka, patut diperiksa dan dihukum berat!
Mereka bisa saja mengelak dengan mengatakan tidak menyadari efek negatif dari penambahan zat tersebut, atau para penjual yang mengaku tidak tau tentang kandungan bahan yang mereka jual, tapi justru itulah, mereka perlu dibina!

Lalu, kontrol masyarakat (sebagai konsumen) juga sangat-sangat parah!

Bukan cuma tentang formalin.
Bagi para pecinta bakso, kebanyakan mereka sadar bahwa setiap komponen dalam bakso mengandung zat berbahaya. Misalnya saus, pentol bakso, mie, tahu, kuah bakso, dll, yang mengandung bahan pengawet yang jelas berbahaya.
Tapi mereka tetap enjoy, karena tidak merasa mual atau pusing ketika memakannya.
Huh, itu sekarang neng, hati-hatilah di usia tua nanti.

Apalagi minumnya N****sari, hati-hatilah...

Sekarang, tidak usah saling menyalahkan, karena ini adalah salah kita semua.
Marilah perbaiki kondisi ini secara bersama-sama. Caranya, kita perbaiki model konsumtif dari diri kita sendiri.
Kalau kita cuma membeli bahan makanan yang 'bersih', para pedagang (atau produsen) yang bejat, tentu akan kehilangan pasar.

Kalau kita bisa 'cerdas' memilih makanan, dan YLKI serta BB POM 'berhasil' memberantas para produsen bejat, diharapkan semua akan kembali normal.

Beberapa tips untuk menghindari bahan makanan yang mengandung formalin:


  • Tahu: pilih yang mudah hancur, karena jika mengandung formalin, tahu akan berubah jadi kenyal.

  • MIe: biarkan mie di meja selama 1 hari. Jika mie tidak membusuk, berarti mengandung formalin, jangan dibeli lagi.

  • Ikan asin: hindari yang berwarna cerah, tidak berbau khas ikan asin, tidak dikerubuti lalat, karena hampir bisa dipastikan ikan asin itu mengandung formalin.

Tapi itu cara yang tidak dijamin manjur, malah justru dapat menjerumuskan pedagang dan pembeli!
Jadi kita perlu lebih selektif lagi. YLKI pelu lebih giat lagi.

Sebisa mungkin, hindari juga bahan konsumsi berbahaya yang lain. Misalnya makanan/minuman sintetis, seperti sirup, minuman suplemen, makanan ringan, dan ... hmm... intinya, back to nature lah, bagus untuk badan, alam, dan ekonomi kalangan bawah.

]]>
http://www.mahesajenar.com/2005/12/formalin_kesengajaan_atau_kete.html http://www.mahesajenar.com/2005/12/formalin_kesengajaan_atau_kete.html Bujangan Thu, 29 Dec 2005 12:49:26 +0700
Forum: ATM Kondom Silakan ungkap pemikiran dan pendapat anda. Bebas bicara, tapi dengan pertanggung jawaban pada diri masing-masing:

"Setujukah pengadaan ATM Kondom?"

Aku punya dua pendapat:

- Tidak Setuju
Alasan:
Efek negatif jauh lebih banyak dari yang dianggap positif. Seks bebas adalah salah satunya.


- Setuju
Alasan:
Ada atau tidak ada ATM Kondom, Seks bebas tetap terjadi. Itu kembali pada benteng masing-masing person.

]]>
http://www.mahesajenar.com/2005/12/forum_atm_kondom.html http://www.mahesajenar.com/2005/12/forum_atm_kondom.html Bujangan Wed, 21 Dec 2005 01:12:36 +0700
Perjalanan Hidup Mahesa Jenar Beberapa kali teman-teman tanya padaku, siapa itu Mahesa Jenar, yang dengan bangganya aku memakai namanya sebagai nama domainku.

Bisa saja aku menjawab tentang siapa itu Mahesa Jenar, meski satu persatu ke mereka. Tapi yang dapat aku jawab, hanyalah sebagian kecil dari yang seharusnya tersampaikan, kalau ingin mengetahui Mahesa Jenar secara kaffah (utuh).

Lebih sulit lagi, karena cerita tentang Mahesa Jenar, diliputi dengan keragaman corak budaya, agama/kepercayaan, sehingga menjadikannya kabur, antara sejarah (fakta) dan legenda (cerita). Yang pasti bukanlah mitos (dongeng) belaka.

Ditambah lagi, adanya tayangan film di tivi swasta, yang melenceng dari sejarah yang sebenarnya, makin mengaburkan sejarah.
Meski tidak menceritakan secara langsung tentang Mahesa Jenar, tapi film-film yang mengangkat cerita yang bersinggungan dengan Mahesa Jenar (Jaka Tingkir, Walisanga), semakin membuat orang bingung (bagi yang mikir) dan tidak paham (bagi yang ga mau tau).

Okelah kita maklum, bahwa tayangan monster/siluman di film itu hanya sebagai pemanis, agar film jadi menarik, adalah untuk menarik penonton, karena sejaka zaman dahulu kala, di Jawa belum pernah ditemukan adanya siluman kelabang, siluman ular, dll. Kita tidak mempersalahkan itu.
Tapi bagaimana dengan cerita Jaka Tingkir yang bersahabat dengan Dadung Awuk? yang dalam sejarah diceritakan bahwa Dadung Awuk adalah musuh Jaka Tingkir.

Berangkat dari hal tersebut, di sini aku tampilkan cerita perjalanan Mahesa Jenar, yang diambil dari http://www.gajahsora.com.
Cerita ini aku ambil dari situs tersebut, lalu aku kumpulkan menjadi bentuk CHM. Silakan download di sini, atau melalui panel The Story di halaman depan.
Terima kasih kepada Bapak Mimbar Saputro, yang telah memberikan ijin pada saya untuk menampilkan cerita tersebut di sini.

Terlepas dari kebenaran yang diberikan oleh cerita tersebut, tokoh Mahesa Jenar merupakan teladan yang semakin jarang ditemui di negara ini. Jadi, meski tidak dapat meniru secara keseluruhan, semoga bisa dijadikan acuan untuk mengarahkan langkah kita.

Keep survive...

]]>
http://www.mahesajenar.com/2005/12/perjalanan_hidup_mahesa_jenar.html http://www.mahesajenar.com/2005/12/perjalanan_hidup_mahesa_jenar.html Bujangan Fri, 16 Dec 2005 19:36:36 +0700
Autolink Script Ketika seorang pengunjung membuka website, dan melihat suatu link yang menarik, jika link tersebut tidak dapat diklik (bukan berupa hyperlink), maka pengunjung tersebut perlu memblok tulisan tersebut, meng-copynya, membuka window browser baru, dan mempaste link tersebut ke address bar, lalu menekan enter.
Repot.

Kadang juga, misalnya seorang pengunjung akan mengetikkan suatu URL dalam bukutamu, dan web tersebut melarang penggunaan tag HTML, maka terpaksa URL ditulis dalam teks biasa, bukan hyperlink.

Untuk menjembatani hal tersebut, dibuatlah satu script (javascript) yang akan memeriksa isi halaman, kemudian merubah setiap link yang belum menjadi hyperlink, sehingga dapat diklik oleh pengunjung.

Script tersebut dapat anda ambil di sini, atau meletakkan kode ini di halaman website/blog anda (letakkan di akhir baris HTML anda, sebelum tag </body>) :

<script language="javascript" type="text/javascript" src="http://www.mahesajenar.com/autolink.js"></script>

Untuk sementara, kode ini hanya berjalan di browser Internet Explorer. Untuk browser lain, masih dalam percobaan.
Kalo anda mengcopy kode tersebut, maka perlu mengecek apakah ada perubahan kode. Yah, lebih baik anda melink saja lewat kode di atas :D

]]>
http://www.mahesajenar.com/2005/12/autolink_script.html http://www.mahesajenar.com/2005/12/autolink_script.html Coder Tue, 13 Dec 2005 00:39:25 +0700
Search Engine Highlight Judulnya agak kurang nyaman... tapi gpp, lagi ga kreatif bikin judul nih :D

Nambah satu lagi fasilitas di blog ini... Search Engine Highlight!

Bagi yang suka menggunakan Search engine (Google, Yahoo, Msn), ketika menemukan kata yang dicari, tentu sering melihat kata tersebut ditampilkan berbeda dengan yang lainnya. Misalnya dicetak tebal, diberi warna merah, dsb. Itu yang dimaksud dengan highlight.

Ok, cukup pengantarnya.

Nah, maksud dari fitur ini adalah, menyambung kemampuan search engine tersebut.
Misalnya seseorang masuk ke web/blog kita melalui search engine, orang tersebut dapat melihat kata-kata yang dicarinya tetap dalam keadaan di-highlight dengan warna-warna lain, sehingga mempermudah dirinya untuk mencari kata yang ditemukan.

Untuk memanfaatkan fasilitas ini, seperti biasanya, ambil kode ini:

<script language="javascript" type="text/javascript" src="http://www.mahesajenar.com/highlight.js"></script>

Sisipkan kode di atas, tepat di atas tag </body> pada web/blog anda.

Cara kerjanya simple. Membaca query yang dimiliki oleh search engine, yang bisa kita dapatkan melalui referer halaman yang sedang ditampilkan.

Untuk saat ini, fitur ini baru mendukung search engine Google, Yahoo, dan MSN. Itu aja udah cukup, kapan-kapan ditambah dengan yang lain :)

Ok, selamat mencoba!

]]>
http://www.mahesajenar.com/2005/12/search_engine_highlight.html http://www.mahesajenar.com/2005/12/search_engine_highlight.html Coder Sat, 10 Dec 2005 01:21:19 +0700
Headphone Ilang Akhirnya, Headphone Sony-ku seharga 265 ribu, hilang :((
di kantor :(( :(( :((

Biasanya headphone itu aku bawa setiap pulang pergi kerja, karena kadang-kadang aku pengin dengerin lagu Korn/Linkin' Park dengan volume full di rumah, dengan tidak mengganggu tetangga.

Akhir-akhir ini, tas laptop-ku udah over-quota, mulai dari charger laptop, charger handphone nokia dan siemens, buku, cd, kabel data, sisir, cd (lagi), bolpen, jas hujan (?), dan kadang-kadang berisi kopi susu ABC, sedikit camilan.

Dari berbagai kondisi tersebut, headphone-ku patah di salah satu gagangnya. Emane... :(

Kemudian aku beli lem Alteco, buat nyambung gagang yang patah tadi. Huff, berhasil, meski agak cacat dikit. Bisa digunakan dengan agak baik dan agak normal.

Malamnya setelah disambung, aku bawa ke kantor dengan cara aku taruh di leher. Jadi selama perjalanan, aku mirip pilot, atau penyiar yang lain on-air.
Sesampainya di kantor, aku tekadkan untuk meninggalkan headphone itu di kantor saja, daripada di bawa bolak-balik.
Ya, malam itu aku tinggalkan dia di kantor.

Kebetulan malam itu, pasukan shift malam (venuz, arie, hari, pak david) sedang libur, jadinya pasukanku adalah pasukan terakhir. Kantor langsung tutup.

Lha ndilalah, besoknya waktu aku datang ke kantor, si headphone udah ga ada.
Aku cari-cari ke segala pelosok ruang kantor, di balik meja dan celana arek-arek, tetap ga ada. Ilang deh.
Tersangka pertamanya jelas pasukan shift pagi.

Besoknya lagi (hari ini, tadi), aku nanya yang menggunakan kursiku. Dia bilang ga tau tentang adanya headphone.
Plong, hilang deh.

Ya udah, hilang...
Silakan diambil hikmahnya ^:)^

]]>
http://www.mahesajenar.com/2005/12/headphone_ilang.html http://www.mahesajenar.com/2005/12/headphone_ilang.html Bujangan Thu, 08 Dec 2005 22:28:48 +0700