Silakan tunggu sedang proses
Rabu Legi 24 April 2024 02:11
learn make rich
share make it perfect
Ayat Suci
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu ke luar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya sesudah ia wafat selama-lamanya. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.
(QS. AL AHZAB:53)

 otomatis refresh

Javascript ayat
Daftar Fungsi
pasaran
Mencari nama hari dan nama pasaran
pdu2sms
Konversi dari PDU ke Teks SMS
bacarss
Membaca RSS dari beberapa situs
Para Rekan
MyWeblog

Scanning Inside The Soul

Aryo Sanjaya
Menjaga diri tidak hanya pada perawatan pada fisik, karena ruh juga rentan terhadap serangan para setan.

Aryo Sanjaya
Jum'at Legi, 8 Juli 2005

Istilah Ruqyah, masih jarang terdengar dan sedikit yang mengerti, terutama dalam kalangan umat muslim sendiri. Istilah ini mirip dengan kata Ru'yah, yaitu melihat datangnya rembulan untuk menandai awal atau akhir bulan tersebut.
Pelaksanaan ruqyah sudah sering diadakan pada masa Rasulullah SAW, yang digunakan untuk 'menyembuhkan' berbagai macam penyakit, khususnya penyakit ruh (jiwa), dari gangguan berbagai macam jenis jin. 

Seperti diketahui, setan (laknatullah) akan terus dan terus melakukan berbagai upaya, agar manusia terjerumus dalam jalan lain, yaitu jalan selain menuju Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Berbagai upaya setan antara lain adalah, manusia dibuat tidak sadar, bahwa dirinya telah meninggalkan jalan yang benar. Bahkan manusia dibuat agar yakin jalan yang diambilnya itu sudah benar. Kalau anda belajar agama Islam, tentu banyak ayat dan dalil yang menyebutkan hal tersebut.

Contoh kasus saja. Sekarang ini, banyak sekali bermunculan pengobatan alternatif, yang menawarkan kesembuhan absolut, tanpa operasi dan dengan harga terjangkau. Lalu banyak yang membuktikan kemanjurannya.
Di sini tidak menyamaratakan seluruh jenis pengobatan alternatif, tapi ada satu kasus, di mana pasien yang sakit ginjal dapat disembuhkan total oleh pengobatan alternatif, lalu ketika pasien tersebut diruqyah, kesembuhan itu memang dari Allah, tapi melalui bantuan jin, yang dengan kemampuannya (dan keinginan pasien) sehingga penyakitnya dapat ditutupi, dan tidak terlihat oleh peralatan medis.

Selain itu, setan juga bisa melalui seorang ahli agama/kyai/dukun sebagai kyai, seakan mengajak ke jalan yang benar, dengan memberikan ilmu-ilmu wirid, amalan-amalan tambahan (bid'ah), dengan tujuan tertentu (kesembuhan, kekebalan atau kehebatan lain), tapi semua itu tidak memohon pada Allah, melainkan pada setan. Tanpa disadari oleh si pasien.

Karena itu waspadai bid'ah, yaitu pelaksanaan ibadah, tanpa ada ajaran dari Rasullullah. Berikut ini salah satu triknya:
Jika anda akan melakukan suatu Ibadah (amalan terhadap Sang Pencipta), perhatikan apakah ada syariah untuk itu, jika tidak ada, berarti bid'ah. Jangan lakukan.
Dan jika akan melakukan suatu Amaliah (amalan dalam kehidupan/kemanusiaan), lakukan saja, sepanjang tidak adalah syariah yang melarang untuk itu.

Selain trik di atas, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri amalan yang bid'ah, yang patut diwaspadai, karena bisa jadi jalan masuk setan:

  • Pembatasan waktu amalan, misalnya khusus hari senin, malam rabu, malam jum'at, dan lain-lain.
    Islam memang memberikan waktu-waktu muktajab, tapi sifatnya tidak mengikat. Kecuali adanya syariah yang mengaturnya.
  • Pembatasan tempat, misalnya harus di kuburan, harus di makamnya seseorang, harus di pinggir laut, dan lain sebagainya.
    Dalam Islam juga ada tempat-tempat istimewa, misalnya di Masjidil Haram, tapi sifatnya juga tidak mengikat.
  • Pembatasan jumlah, misalnya harus wirid 999 kali, 100 kali, dsb. Karena dalam Islam, ibadah adalah keikhlasan, selain adanya syariah yang mengatur jumlah tersebut.
  • Pembatasan tata-cara, misal harus menghadap ke timur, ke tenggara, dan lain-lain. Dalam Islam memang ada aturannya, namun jelas tertulis dalam syariahnya.
Amalan bid'ah biasanya ditujukan untuk memenuhi keinginan si jin, sehingga si jin mau membantu orang yang memintanya. Hal itu sudah mengarah ke syirik, dosa tak terampuni.

Lalu, misalnya anda sakit parah, lalu ditawari penyembuhan dengan memanfaatkan media ini, apakah anda bersedia? lalu ilmu kekebalan, ilmu bisa terbang, tarung tak terkalahkan?
Untuk aliran kanuragan tertentu, pengobatan tertentu, jelas-jelas memanfaatkan ini, sehingga bisa dipastikan, para pengikutnya jika diruqyah, akan ditemukan jenis jin dalam ruhnya.

Kadangkala, tanpa sadar ruh kita juga bisa dihinggapi oleh jin, yang memang bisa masuk ke ruh kita jika kita mengalami hal sebagai berikut: marah yang teramat sangat, sedih yang teramat sangat, dan lupa pada Allah. 

Karena itu, sering-seringlah meruqyah diri sendiri, dengan perbanyak baca Al-Qur'an, dan jama'ah di Masjid. Jika anda mengalami gangguan dalam melakukan hal tersebut, waspadalah. Yang paling terasa, jika anda merasa ada yang aneh dalam diri anda ketika melakukan ibadah, misalnya sakit di tangan setiap sholat jama'ah, rasa panas di bagian tertentu, atau rasa kantuk yang tiba-tiba, segeralah lakukan ruqyah.

Minggu, 26 Juni 2005, diadakan pelaksanaan Ruqyah Syar'iyah di Masjid At-taqwa Pakis. Saya bersama Darmadi, Bian, Ida dan Nia, berangkat pagi menuju Pakis dengan bersepeda.
Dalam pelaksanaan tersebut, sebelumnya semua jama'ah diberikan pengertian tentang aqidah yang lurus, sehingga yakin bahwa gangguan dalam dirinya harus disingkirkan, meski hal itu berarti apa yang menjadi tujuannya harus punah. Misalnya jika kesembuhan yang didapatnya dari pengobatan alternatif adalah karena bantuan jin, maka harus rela sakit lagi, karena itulah pemberian Allah, yang harus kita sembuhkan dengan cara yang benar, melalui jalan Allah, dan meminta hanya padaNya.

Bagi yang memiliki jimat-jimat, baik berupa rajah, kain, susuk, atau apapun, harus diserahkan untuk dimusnahkan, meski konsekuensinya, harus hilang kehebatannya dan keberaniannya. Memang, selama kita berada di kolong langit milik Allah SWT, kenapa kita lebih takut pada yang lain dan menyisihkanNya? Saya sendiri menyerahkan 2 buah jimat yang saya dapat dari petualangan selama ini. Ketika jimat itu dibuka, berisi rajah dan logo-logo non muslim. Naudzubillah, jadi selama ini saya membawa hal seperti itu. Sedangkan jimat satunya berisi kemenyan. Hah?

Sayangnya (atau untung?) dalam proses ruqyah itu tidak terdeteksi adanya penghuni lain dalam diri saya. Saya malah ikut memegangi rekan saya yang ternyata dipenuhi oleh berbagai macam jenis jin, berdasarkan pengakuan jin yang terdeteksi, di situ terdapat 10 jin, wauw. Dari awal acara sampai akhir acara, cuma bisa dikeluarkan 2, yang delapan masih anteng.

Karena memang terbatasnya waktu, ruqyah diakhir, dan bagi yang ingin ruqyah lebih lanjut, dapat menghubungi Tim Ruqyah mereka. Insya Allah kita juga akan ke sana dalam waktu dekat ini. Amin, semoga bermanfaat bagi kita.

(Aryo Sanjaya)


Berikut ini beberapa gambar rekaman saat kejadian:


Pelurusan akidah sebelum dilakukan ruqyah, agar hati ini yakin tentang jalan Allah.
Yang nunduk di baris paling depan (baju abu-abu) adalah aku, gak ngantuk, tapi serius.

Salah satu jama'ah yang terdeteksi. Reaksinya sungguh out of control. Tapi Alhamdulillah saat akhir acara, semua jin dalam dirinya berhasil dikeluarkan.

Komentar

Halaman Komentar:   1 2  >

vnuzday

Jum'at Legi, 8 Juli 2005

Aryo Sanjaya

Jum'at Legi, 8 Juli 2005

vnuzday

Minggu Pon, 10 Juli 2005

reef

Senin Pahing, 8 Agustus 2005

ada gak unit kirim sms yang ga bayar, aku mau downlod klo yang gituan heheheh. itung2 nge hemat buat kawin hehehe

Tamu

Minggu Pon, 14 Agustus 2005

Anak2 HI yang di ruqyah tidak bereaksi. Padahal juga mempelajari pengobatan. Bagaimana ? Apa yang harus dilakukan ?

Aryo Sanjaya

Selasa Kliwon, 16 Agustus 2005

oktaviares

Jum'at Kliwon, 26 Agustus 2005

Saya okta, saya mau bertanya dan minta cara me ruqyah diri sendiri. begitu juga adapnya dan bacaannya yang harus saya baca , mohon di kasih ayat apa aja yang harus saya baca mulai dari awal sampai akhir. Terima kasih Wassalam Oktaviares

Aryo Sanjaya

Jum'at Kliwon, 26 Agustus 2005

Faulana

Rabu Wage, 23 November 2005

saya mau bertanya dan minta cara me ruqyah diri sendiri. begitu juga adapnya dan bacaannya yang harus saya baca , mohon di kasih ayat apa aja yang harus saya baca mulai dari awal sampai akhir. Terima kasih tolong saya sgt membutuhkannya

Aryo Sanjaya

Kamis Kliwon, 24 November 2005

Terus terang saya tidak berani menjawab tuntas pertanyaan anda ini, karena saya bukan ahlinya. Saya hanya salah satu pasien yang diruqyah.

Kalo boleh tau, anda tinggal di mana?
Kalo berada dekat dengan daerah Malang, kenapa tidak kesini saja?
Saya percaya dan yakin dengan para ustadz yang pernah meruqyah saya. Tidak ada biaya yang diperlukan, selain transportasi dan biaya untuk anda sendiri.

Kalo memang terpaksa tidak bisa datang, dan tetap ingin meruqyah diri sendiri, disarankan sering-sering mendengarkan bacaaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, baik itu dari kaset atau bahkan MP3.
Dengan sholat, itu pasti.
Mandi air dicampur dengan daun bidara.

Berikut ini saya berikan URL yang menurut saya cukup bagus:

http://aldakwah.org/modules.php?name=News&file=article&sid=415

Di situ diberikan beberapa cara beserta do'a yang dapat anda baca saat meruqyah sendiri.

Selain itu, bisa anda kunjungi situs ustadz ini:

http://eramuslim.com/ks/ag/58/20408,1,v.html

Sekian, kalo misalnya ada hal yang dapat saya bantu, saya akan sangat bersemangat untuk membantu anda.


Halaman Komentar:   1 2  >

Mengisi Komentar





untuk kode program, apit dengan tanda [code][/code].
contoh:

[code]
(kode program)
[/code]



Daftar Berita Blog

» Ternyata Bukan Hoax (3)
Jum'at Kliwon, 17 Februari 2006

Di saat orang mulai berhati-hati dengan hoax, Microsoft membuat terobosan baru

» Ngopi di bawah Kabut (6)
Rabu Wage, 6 Juli 2005

Journey ke Penanjakan dan ke Rumah Mina

» Beware of your Hosting Provider (10)
Selasa Pon, 5 Juli 2005

Mau beli hostingan? sediakan waktu yang cukup untuk menentukan, mana provider terbaik untuk situs anda

» Mencari Jati Diri (1)
Jum'at Pahing, 24 Juni 2005

Melihat kemanapun, posisi kita tetap disini, sampai kita niat (maksud dan tindakan) untuk berpindah posisi

» Etika Tidur dan Bangun (0)
Minggu Kliwon, 12 Juni 2005

Sebenarnya artikel ini untuk saya gunakan sendiri, tapi karena bagus, saya bagikan untuk anda semua, semoga bermanfaat.



Halaman:    1  2  3  >  

Artikel Rame
Aplikasi Handphone (250)
Senin Pon, 20 Februari 2006

Mengirim SMS dari PC (208)
Senin Wage, 28 November 2005

Membaca SMS dari PC (162)
Selasa Pahing, 14 Juni 2005

Source SMS Autorespond (66)
Senin Legi, 24 April 2006

Penyembunyian Password di Database (36)
Kamis Kliwon, 2 Juni 2005

Bukutamu
» Imam Izzatir Rizzan
Jum'at Kliwon
7 Juli 2006

» adindri
Selasa Pahing
4 Juli 2006

» Je Malakian
Selasa Pahing
4 Juli 2006

» A.Azis
Jum'at Pon
30 Juni 2006

» zorro
Kamis Pahing
29 Juni 2006


Halaman Bukutamu
Lain-lain
User online: 16
User login: 0

user/passwd: bpuser

Status Y!M
Saya sedang Offline. Silakan gunakan menu Kontak atau tinggalkan pesan di Yahoo! Messenger pada Id: aryo_sanjaya
© 2005-2024 BengkelProgram.com